Anchor Text of Eksternal Link

Dulu, saya bicara lagi soal teknik SEO saat pertama kali ngeblog nih, teknik menanam backlink dengan anchor text yang persis sama dengan kata kunci yang ditargetkan sangat disarankan sekali, bahkan jadi wajib jika ingin ranking di Google.

Sebagai contoh:

Webmu mau ranking 1 di google dengan kata kunci “cara membuat blog“, maka caranya adalah dengan memasang link di berbagai web atau blog dengan anchor text yang persis dengan kalimat tersebut.

Seperti ini contoh kode linknya:

<a href=http://www.bloganda.com/>cara membuat blog</a>

(kalimat ‘cara membuat blog’ dari kode di atas adalah anchor textnya)

Tapi, jika kamu melakukan cara di atas dengan memasangnya di ribuan web/blog, apalagi dalam hari yang sama, maka saya bisa pastikan kalau webmu akan kena penalty dari Google. Boro-boro ranking 1, masuk halaman 10 saja tidak.

Lalu apa cara yang paling tepat untuk saat ini? Bagaimana prakteknya? Nah, lakukan beberapa tips diferensiasi bentuk Anchor text yang penting di bawah ini agar bisa membangun backlink yang tampak natural di mata Google:

Branded Anchor

Ini artinya kamu membuat anchor text yang disesuaikan dengan brandmu.
Misalnya saja webmu Tokopedia. com dan brandnya juga Tokopedia, maka biar tampak natural kamu harus bisa membuatnya beragam. Di antara anchor text yang disarankan seperti:

  • toko pedia
  • www. tokopedia. com
  • http://www. tokopedia. com
  • tokopedia. com
  • tokopedia
  • http://www. tokopedia. com/
  • no text

Generic Anchors

Maksudnya adalah anchor text umum atau yang lazim untuk mengarahkan orang mengunjungi suatu tautan. Karena cara ini dinilai tampak natural maka disarankan juga dilakukan. Beberapa contoh anchor text untuk ini, seperti “klik disini”, “kunjungi disini”, “cek situsnya” dan lain sebagainya.

Naked Link Anchors

Bisa kita artikan dengan anchor text yang sebenarnya yang berdasarkan URL webmu. Contohnya seperti:

  • https://www. blogmu. com/
  • https://www. blogmu. com
  • www. blogmu. com/
  • www. blogmu. com
  • blogmu. com/
  • blogmu. com

No Anchor Trick

Maksudnya, saat buat link kita tidak memperhitungkan sama sekali achor text yang akan digunakan.
Penerapan dari teknik ini bisa dengan mengosongkan bagian pengisian anchor text pada kode linknya seperti contoh berikut:

<a href=http://www.bloganda.com/></a>


Atau bisa juga kita menulis kata “noText” untuk anchor-nya,

<a href=http://www.bloganda.com/> noText </a>

Brand + Keyword Anchor

Ini adalah cara yang efektif juga untuk membangun diversifikasi backlink dengan natural anchor text.
Caranya simple sekali, cukup gabungkan antara brand dan kata kunci yang kamu targetkan saat membuat link di web orang.

Contoh penerapannya begini; misalnya brand webmu “TokoPedia” dan target kata kuncinya “toko online terlengkap di indonesia” maka anchor text yang baik bisa dibuat seperti ini:

“toko online terlengkap di Indonesia Toko Pedia”
“Toko Pedia toko online terlengkap di Indonesia”

LSI Anchors

“LSI” adalah singkatan dari “Latent Semantic Indexing”. LSI ini bisa dibilang cara baru algoritma Google membaca relevansi artikel dengan tema yang dicari pengguna internet.
LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs.

Untuk lebih mudahnya memahami makna LSI ini, coba perhatikan contohnya:
misalnya kamu posting soal merek Apple di blogmu, maka agar Google lebih mudah memahami bahwa kata Apple yang kamu maksud adalah merek komputer maka kamu harus menyertakan kata-kata berkaitan di dalamnya, seperti komputer, program, merek, operating system dan lainnya yang ada hubungannya.

Jadi, biar Google tidak mengindeks kalau yang kamu maksud itu soal buah Apple yang banyak dikenal orang. Paham kan?

Untuk mengetahui keyword lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut di Google, maka di bagian bawah sekali di halaman pertama Google akan ada beberapa frase yang mirip dengan pencarianmu.

Nah, frase2 tersebut bisa kamu jadikan referensi LSI keyword yang akan kamu cantumkan dalam web atau artikel blogmu. Contoh, saya menargetkan kata “kue kering”, maka LSI keyword-nya bise berupa:

  • “resep kue kering lebaran”
  • “aneka kue kering goreng”
  • “cara membuat kue kering”

Selain dengan menggunakan pencarian google langsung, kamu bisa pakai layanan Google Keyword Planner untuk menemukan ide LSI keyword lainnya. Dan jika mau lebih mudah memahami ini, maka cukup bayangkan apa kira-kira turunan kata dari kata kunci yang kamu targetkan atau sinonim-sinonim dari kata kunci tersebut, seperti kalau keywordnya adalah “cara membuat”, maka gunakan juga kata ‘cara bikin’, ‘tips membuat’, ‘langkah buat’ dan lainnya.

Partial-Match Anchors

Partial match anchor ini hampir mirip dengan LSI di atas. Untuk lebih mudah memahaminya, maka bisa kita artikan dengan Anchor Text yang divariasiakan sesuai dengan kata kunci utama.
Contohnya bila keyword yang ditargetkan ‘rahasia ranking 1 di google’ maka variasi anchornya adalah ;

  • Ranking 1 di google
  • Rahasia menempati ranking 1 google
  • Cara ranking satu di google

Long Anchors

Long anchor ini bisa dibilang perpanjangan dari partial match di atas, hanya saja kalimatnya lebih panjang. Berikut ini contoh keyword yang targetnya adalah “anchor text”:

  • “anchor text adalah kunci dalam link building”
  • “gunakan anchor text untuk mendapatkan ranking”

Exact Match Anchors

Exact match anchor atau anchor text yang persis sama dengan kata kunci yang ditargetkan adalah rajanya teknik penerapan anchor text dalam backlink. Cara inilah yang paling powerful dalam mengangkat ranking web atau artikel dalam webmu, tapi juga bisa jadi cara paling mungkin yang bisa membuat webmu kena penalty dari mbah Google jika tidak dilakukan dengan hati-hati, alias tidak dibuat tampak natural.

Contohnya, kamu membuat artikel dengan kata kunci yang ditargetkan “rahasia teknik SEO’, maka anchor text-nya juga harus persis seperti itu. Berikut implementasinya:

<a href=http://www.bloganda.com/>rahasia teknik SEO</a>

Biar cara ini bisa tetap dijalankan dan bebas dari penalty maka usahakan dalam setiap optimasi, misalnya buat blog dummy, gunakan sekali saja anchor text semacam ini dan selebihnya variasikan dengan teknik lain yang telah disebutkan. Dan setelah berselang 2 x 24 jam barulah mencari backlink dengan menggunakan Exact Match Anchors ini. Dan akan lebih bagus lagi kalau menggunakan IP Address komputer yang berbeda-beda.

Anchor Text of Eksternal Link

Biar tampak natural di mata Google, gunakan semua ragam teknik penulisan anchor text di atas. Jika dalam sehari kamu membatasi maksimal 3 backlink (seharusnya begitu), maka gunakan 2 saja di antara cara 1-7, sedang cara ke-8 (Exact Match Anchors) wajib dilakukan minimal 2 hari sekali, karena kembali lagi pada closing action #2 di atas bahwa link terbaik adalah link yang ditempatkan dalam artikel dan menggunakan anchor text yang sesuai dengan kata kunci yang ditargetkan.